| BGN hentikan sementara operasional SPPG Tragung Kandeman Batang (Foto : Tangkapan Layar Instagram @Batang Info) |
RADARBIG - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pememnuhan Gizi (SPPG) Tragung Kandeman menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang.
Melalui Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, BGN mengambil langkah tegas menghentikan sementara operasional SPPG Tragung Kandeman Batang.
Keputusan "suntik mati" sementara ini tertuang dalam surat resmi BGN Nomor: 751/D.TWS/10/2025, yang diteken Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertos Dony Dewantoro, pada hari Jumat ( 31/10/2025).
Dasar penghentian ini tidak main-main. Menurut surat tersebut, langkah diambil berdasarkan laporan dari Kepala SPPG sendiri, hasil investigasi lapangan awal Koordinator Regional Jawa Tengah, serta pertimbangan internal BGN terkait adanya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP).
"Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan serta BPOM, untuk sementara SPPG Tragung Kandeman Batang dihentikan operasionalnya sampai melengkapi SOP BGN,” demikian bunyi kutipan surat resmi yang menjadi dasar penangguhan operasional tersebut.
Insiden keracunan diduga bermula beberapa jam setelah waktu makan malam. Salah seorang siswi, Naila, mengaku mulai merasakan gejalanya tak lama setelah menyantap menu dari penyelenggara MBG.
“Menunya kemarin tahu bakso dan rica-rica ayam. Saat pulang tidak terasa apa-apa, tapi sekitar pukul 22.00 perut mulai sakit dan saya bolak-balik ke kamar mandi sampai pagi,” ungkap Naila, Jumat 31 Oktober 2025.
Naila menyebut, gejala serupa ternyata dialami oleh banyak temannya di sekolah.
Kepala SMK Negeri 1 Kandeman, Setiyanto, membenarkan bahwa insiden ini menimpa sebagian besar siswanya. “Sekitar 60 persen dari total 1.546 siswa melaporkan keluhan mual dan diare,” terangnya.
Meski begitu, pihak sekolah masih berhati-hati dalam menyimpulkan penyebabnya.
Hasil uji laboratorium ini akan menjadi penentu nasib SPPG Batang Kandeman Tragung. Pihak BGN menunggu hasil tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap status operasionalnya.
BGN menegaskan, penghentian sementara ini bukan berarti menghentikan seluruh program MBG, melainkan untuk memastikan bahwa setiap SPPG memenuhi standar kebersihan dan Prosedur Operasional Tetap (SOP).
“Tujuan kami memastikan keamanan pangan dan kesehatan peserta didik. Operasional akan dibuka kembali setelah seluruh standar dan SOP dipenuhi,” tutup BGN dalam suratnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa. Namun, insiden di Batang ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan pelaksanaan program di lapangan.
Langkah penghentian sementara ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan dan mengevaluasi kembali seluruh proses pengadaan serta penyajian makanan di SPPG tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Posting Komentar untuk "BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Tragung Imbas Ratusan Siswa SMKN 1 Kandeman Batang yang Diduga Keracunan MBG"