![]() |
| Pengrajin Batik Rifaiyah di Batang Jawa Tengah ( Foto : Tangkapan Layar Instgram @kampungbatikrifaiyah ) |
Batik Rifaiyah merupakan perpaduan antara seni, tradisi, dan spiritualitas, dengan ciri khas yang membedakannya dari jenis batik lainnya.
Batik Rifaiyah berkembang di kalangan masyarakat Batang yang mengikuti ajaran Syekh Ahmad Rifa’i. Syekh Ahmad Rifa’i dikenal sebagai tokoh Islam yang mengajarkan pemurnian ajaran Islam dan kemandirian umat.
Batik Rifaiyah memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu yang paling mencolok adalah pemilihan warna yang cenderung sederhana dan natural, seperti sogan (cokelat), biru indigo, dan putih. Hal ini merefleksikan ajaran Syekh Ahmad Rifai yang menekankan kesederhanaan dalam berpakaian dan hidup.
Selain itu Batik Rifaiyah juga menghindari motif makhluk hidup, batik Rifaiyah mengutamakan motif flora seperti bunga, daun, dan sulur. Pola-pola geometris juga sering digunakan untuk menciptakan komposisi yang harmonis.
Beberapa motif khas yang sering dijumpai pada Batik Rifaiyah antara lain :
- Motif Pelo Ati Melambangkan baik atau buruknya manusia tergantung hatinya.
- Motif Kembang Turi yang menggambarkan keindahan dan kesucian.
- Motif Semen Biron mengandung makna tentang kesuburan dan kesejahteraan.
-Motif Wajikan yang mencerminkan arti kesabaran dan ketajanan.
Ritual pembuatan Batik Rifaiyah butuh banyak kesabaran dan ketelitian. Batik Rifaiyah ini dibuat dengan teknik batik tulis, yaitu setiap garis dan titik digambar secara manual menggunakan canting. Inilah yang menjadikan keunikan setiap lembar batiknya serta menjadikannya mempunyai nilai seni yang tinggi.
Perajin batik Rifaiyah mayoritas adalah perempuan, mereka bekerja dengan tekun dan teliti. Mereka tidak hanya membuat batik, tetapi juga menjaga dan melestarikan sebuah tradisi. Dari menyiapkan malam (lilin) hingga mewarnai kain, setiap tahapan dilakukan dengan hati-hati, memastikan kualitas dan keindahan batik tetap terjaga.
Seiring berjalannya waktu, Batik Rifaiyah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari masuknya batik cetak yang lebih murah harganya sampai minimnya regenerasi perajin. Walaupun begitu semangat untuk melestarikan warisan budaya ini tidak pernah padam. Banyak upaya telah dilakukan, baik oleh masyarakat lokal maupun pemerintah, untuk menjaga eksistensi Batik Rifaiyah.
Beberapa Upaya yang telah dilakukan antara lain Pelatihan membatik, pameran seni, dan promosi melalui media sosial. Upaya tersebut sebagai langkah-langkah konkret untuk memperkenalkan batik ini kepada generasi muda dan khalayak yang lebih luas. Harapannya, Batik Rifaiyah tidak hanya akan menjadi peninggalan masa lalu saja, tetapi juga menjadi bagian yang hidup dari masa depan budaya Indonesia.
Kerajinan Batik Rifaiyah merupakan simbol perlawanan, keberanian, dan kesederhanaan yang mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi. Mengenakan Batik Rifaiyah artinya mengenakan sebuah cerita, sebuah identitas, dan sebuah warisan yang tak ternilai harganya.


Posting Komentar untuk "Batik Rifaiyah: Warisan Budaya Bernilai Tinggi dari Batang yang tak Lekang oleh Waktu"