Gubernur Jawa Tengah Luncurkan 'Rumah Rakyat' dan Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni, Dorong Pelayanan Publik Cepat 24 Jam

Gubernur Jawa Tengah pada peluncuran Rumah Rakyat dan  Super Apps Jateng di Surakarta ( Foto : Tangkapan layar laman Pemprov Jateng )

RADARBIG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi meluncurkan inisiatif ganda yang bertujuan untuk merevolusi pelayanan publik di Jawa Tengah yaitu Program Rumah Rakyat dan Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN). Peluncuran ini menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk menciptakan birokrasi yang terbuka, cepat, dan responsif, sejalan dengan filosofi yang diusungnya.

Selain di Kantor Gubernur Jateng yang berada di Jalan Pahlawan Kota Semarang yang juga sudah dijadikan sebagai Rumah Rakyat. Kini, rumah rakyat ditambah lagi di tiga daerah, yakni di eks kantor Bakorwil Pati, Surakarta, dan Banyumas. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa”, yang digelar serentak di tiga eks Bakorwil Surakarta, Pati, dan Banyumas, yang mengikuti secara daring.

Dengan adanya Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni ini diharapkan saat ini masyarakat tidak perlu jauh jauh datang ke Semarang untuk menyampaikan aduannya.

“Kantor gubernur itu di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang. Silakan datang bagi masyarakat sekitar Semarang. Untuk wilayah Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, bisa langsung datang ke Bakorwil sini. Mengadu apa saja boleh,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN merupakan  wujud nyata keterbukaan pemerintah Jawa Tengah. Setiap Bakorwil kini difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat 1×24 jam, dan setiap laporan yang masuk wajib ditindaklanjuti.

“Kita buka selebar-lebarnya. Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya.

Bersamaan dengan peluncuran Rumah Rakyat fisik, Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) diresmikan sebagai kanal digital terintegrasi untuk layanan publik. JNN dirancang untuk memangkas kerumitan birokrasi digital dengan menyatukan berbagai layanan pemerintah daerah yang sebelumnya tersebar di banyak aplikasi.

Melalui aplikasi itu, warga bisa memantau status laporan, berinteraksi dengan petugas, serta mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu platform. Sejak dioperasikan Mei 2025 hingga Oktober 2025, sistem JNN telah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sekitar 5.900 laporan sudah terselesaikan.

Luthfi menegaskan, semangat “Ngopeni Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah.

“Pelayanan publik itu bukan cuma administrasi, tapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujar Luthfi.

Ia juga menyampaikan seluruh aparatur supaya ikut serta menjaga keterbukaan informasi, agar masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan. “Sekarang ini semua harus terbuka. Warga dapat ngecek langsung, baik anggaran maupun program. Karena birokrasi kita itu dari masyarakat, untuk masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat,” tegas gubernur.

Dengan kolaborasi antara wadah fisik Rumah Rakyat dan platform digital JNN, Pemprov Jawa Tengah berharap dapat mewujudkan pelayanan publik yang benar-benar cepat, transparan, dan berpusat pada kesejahteraan rakyat.


Posting Komentar untuk "Gubernur Jawa Tengah Luncurkan 'Rumah Rakyat' dan Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni, Dorong Pelayanan Publik Cepat 24 Jam"