![]() |
| Proses Evakuasi korban ambruknya rumah tua di Pecinan Semarang oleh Basarnas ( Foto: Tangkapan Layar Instagram @Basarnas ) |
RADARBIG - Sebuah kejadian tragis menimpa satu keluarga di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebuah bangunan tua ambruk menimpa satu rumah yang dihuni satu keluarga di Gang Buntu, Jalan Pedamaran, Kelurahan Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 23.52 WIB.
Akibat dari kejadian ini terdapat 4 korban dengan satu orang korban meninggal dunia atas nama Mega Gita Safitri (28) dan 3 orang korban selamat.
"Total jumlah korban ada empat orang, mereka adalah satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anak kandungnya serta satu orang pemuda adik dari korban yang meninggal dunia," ujar warga setempat, Daniel Setyo Pamuji.
Sesaat sebelum bangunan itu roboh, sempat terdengar suara gemuruh.
"Ada suara gemuruh lalu ada suara bruk. Adik korban (Syahrul Adji Pramuda) bisa keluar dari timbunan bangunan, ia lalu berteriak minta tolong," paparnya.
Tanpa berfikir Panjang Daniel yang mengetahui kejadian itu segera melakukan evakuasi kepada para korban. Korban AIS bisa diselamatkan terlebih dahulu disusul kemudian korban YAE.
"Korban Mega atau ibu kandung dari dua anak tersebut ketika berhasil dievakuasi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban mengalami luka parah di bagian kepalanya sehingga tidak tertolong," bebernya.
Kerabat korban, Rizal Qoirul Rahman (33) mengatakan, ketika peristiwa tembok ambruk seluruh kerabatnya sedang tidur pulas di rumah tersebut. Diduga tembok bagian belakang rumah roboh karena faktor usia bangunan yang sudah lapuk dan tua.
Para korban tersebut semuanya tertimpa bangunan termasuk dua anak di bawah umur. Namun, dua anak tersebut bisa selamat dan satu korban, YAE dirujuk ke RS Hermina Semarang.
Petugas SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi berjalan dramatis mengingat waktu kejadian yang tengah malam dan kondisi area yang sempit di dekat Pasar Pecinan. Upaya penyelamatan berhasil diselesaikan sekitar pukul 01.45 WIB.
Salah satu kerabat korban menyebutkan bahwa ambruknya tembok terjadi saat seluruh korban sedang terlelap tidur. Tembok yang roboh adalah bangunan era Belanda yang diduga sudah rapuh karena termakan usia.
"Evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dan tim Basarnas," kata Rizal. Ia menyebut, rumah yang ditempati para korban sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
"Soal pemilik gudang tidak tahu yang jelas keluarga kami sudah menempati rumah ini sudah sejak zaman Bapak ketika masih hidup," katanya. Korban meninggal dunia rencananya akan dimakamkan di TPU Bergota 2.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti robohnya bangunan tua tersebut.

Posting Komentar untuk "Tragedi di Pecinan Semarang: Rumah Tua Roboh Timpa Satu Keluarga, 1 Orang Meninggal Dunia"